IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA PEREMPUAN DALAM MENEKAN ANGKA RESIDIVIS: STUDI PADA LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA BANDAR LAMPUNG
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini berfokus pada implementasi program pembinaan narapidana perempuan dalam merespons karakteristik gender serta hambatan sistemik yang dihadapi warga binaan. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris, penelitian ini menemukan bahwa angka residivis mengalami fluktuasi, yaitu sebesar 6,45% 2021 hingga 7,36% pada tahun 2025. Analisis dilakukan terhadap program pembinaan kepribadian dan kemandirian dengan menggunakan perspektif ethic of care dan keamanan berbasis gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan telah berjalan dan pada dasarnya sejalan dengan paradigma pemasyarakatan menurut Sahardjo. Meskipun demikian, efektivitas pembinaan masih dipengaruhi oleh belum adanya regulasi khusus bagi residivis, keterbatasan sarana dan prasarana, serta tingginya stigma sosial terhadap mantan narapidana. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektoral untuk mengoptimalkan proses reintegrasi sosial dan mencegah pengulangan tindak pidana secara berkelanjutan.